Foto: onislam.net. Berprasangka Baik kepada Allah. REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah riwayat dituturkan Imam Al-Ghazali dalam kitabnya, Ihya Ulumuddin Jilid 4 bab al-Khauf wa al-Raja', tentang harapan akan ampunan Ilahi bagi seorang Bani Israil yang dimasukkan ke dalam neraka selama 1.000 tahun. Dia terus menjerit memanggil nama Allah.
Prasangka manusia terhadap Tuhanya, menunjukkan sejauh mana kwalitas iman dan keyakinannya. Dalam Al-Qur'an telah dikisahkan Nabi Ibrahim ketika ia berkata kepada Bapaknya (Adzar) dan kaumnya dia bertanya "apakah yang kamu sembah?. Apakah kamu menghendaki sembahan-sembahan selain Allah dengan jalan bohong? .
'alaihi wasallam bersabda: "Aku berada dalam prasangka hamba-Ku, dan Aku selalu bersamanya jika ia mengingat-Ku, jika ia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku. Firman Allah Ta'ala: {mereka hendak merubah janji Allah}. Shahih Al-Bukhari Kitab Tauhid "Allah berfirman: 'Aku selalu tergantung prasangka hamba-Ku "ALLAH sesuai prasangka hambaKU,b'prasangka baiklah km terhadapKu krn sesungguhnya hal baik itu yg AKU berikan utkmu,krn AKU adlh Ar-Rahiim(Maha Penyayang),As-Salaam(Maha Sejahtera),Al-Muhaymin(Maha Melindungi,Al-Baari(maha Perencana Sgalanya semoga seluruh pekerjaan dn profesi yang kulakukan menjadi ladang amal ibadahqu di akhirat .